Senin, 28 Juli 2014

Lanjutan Tema I (bagian akhir)




1.    Melawan Keserakahan Penjajah
Kamu amati gambar 1.41. Bandingkan luas negara Indonesia dan Belanda. Kira-kira berapa kali lipat, luas Indonesia dibandingkan Belanda ? Indonesia hanya dianggap sebuah provinsi bagi bangsa Belanda.
a.    Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang
Kamu tentu tidak asing dengan gambar Sultan Hasanuddin di samping. Tokoh ini sangat ditakuti Belanda, karena ketangguhannya dalam melawan Belanda, sehingga beliau disebut sebagai “ayam jantan dari Timur”. Sultan Hasanuddin adalah raja Gowa dari Sulawesi Selatan.
Perjanjian Bongaya, baru terlaksana tahun 1669, karena Sultan Hasanuddin masih melakukan perlawanan kembali. Akhirnya Makassar harus menyerahkan benteng kepada VOC. Sejak masa itu, tidak ada lagi kekuatan besar yang mengancam kekuasaan VOC di Indonesia Timur.
Perjanjian Bongaya telah memangkas kekuasaan kerajaan Gowa sebagai kerajaan terkuat di Sulawesi. Tinggal kerajaan-kerajaan kecil yang sulit melakukan perlawanan terhadap VOC.

Wawasan
Perjanjian Bongaya adalah perjanjian antara Sultan Hasanuddin dengan VOC, yang isinya:
1)   VOC mendapatkan wilayah yang direbut oleh Sultan Hasanuddin, selama perang Gowa dan Tallo.
2)   Bima diserahkan kepada VOC.
3)   Kegiatan pelayaran parapedagang Makassar, dibatasi dibawah pengawasan VOC.
4)   Penutupan Makassar sebagai Bandar perdagangan bagi bangsa Barat, kecuali VOC.
5)   Monopoli oleh VOC
6)   Alat tukar/mata uang yang digunakan di Makassar, adalah mata uang Belanda.
7)   Pembebasan cukai dan penyerahan 1.500 budak kepada VOC.

Kisah di atas merupakan salah satu contoh perlawanan rakyat Indonesia di Sulawesi Selatan terhadap persekutuan dagang VOC.

Aktivitas Kelompok
1.    Bentuklah kelompok dengan anggota 3-4 orang.
2.    Carilah informasi dari buku di perpustakaan, tentang perang atau perlawanan kerajaan diberbagai daerah.
3.    Temukan penyebab perlawanan tersebut yang berkaitan dengan adu domba atau monopoli VOC.
4.    Diskusikan dalam kelompok kecil, lalu tuliskan secara ringkas bagaimana penyebab perlawanan tersebut.
No.
Perlawanan Rakyat
Penyebab
Jalannya Perlawanan
Akhir Perlawanan
1.
Perlawanan Sultan Baabullah



2.
Perlawanan Mataram terhadap VOC



3.
Perlawanan Kerajaan Aceh




Setelah kamu melakukan aktivitas kelompok di atas, tentu kamu menemukan bagaimana perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah Belanda.
Pada tahun 1799, terjadi peristiwa penting dalam sejarah kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia. VOC dinyatakan bangkrut, hingga dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. Semua utang piutang dan segala milik VOC, diambil alih oleh pemerintah Belanda. Sejak itu, Indonesia berada langsung dibawah pemerintah Hindia Belanda.

b.    Perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda
Coba kamu perhatikan gambar 1.43 Masjid Agung Aceh di atas. Masjid tersebut, menjadi salah satu benteng perjuangan rakyat melawan Belanda.
Perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda, terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Perlawanan diberbagai daerah tersebut, belum berhasil membuahkan kemerdekaan.
Kamu dapat menelusuri jejak-jejak perlawanan tersebut, dari berbagai peninggalan yang masih ada hingga sekarang. Dengan mengunjungi berbagai museum dan berbagai tempat peninggalan perlawanan rakyat Indonesia melawan Belanda, akan menggugah semangat kebangsaan.
Apabila kamu tinggal di Maluku, kamu dapat mencari jejak peninggalan perjuangan Pattimura. Apabila kamu tinggal di Sulawesi, kamu dapat mengunjungi Benteng Rotterdam. Peninggalan di Yogyakarta adalah Goa Selarong, di Sumatera Barat terdapat Benteng Fort de Kock, di Kalimantan terdapat peninggalan masa Perang Banjar.
Untuk memahami beberapa peninggalan sejarah pada masa perlawanan terhadap penjajah, kamu kerjakan aktivitas kelompok berikut ini.

Aktivitas Kelompok
1.    Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang.
2.    Lakukan kunjungan terhadap peninggalan sejarah di lingkungan tempat tinggalmu yang berhubungan dengan perlawanan rakyat terhadap pemerintah Hindia Belanda.
3.    Apabila kamu tidak memungkinkan berkunjung ke lokasi tersebut, lakukan pencarian peninggalan tersebut pada buku sejarah daerah atau buku pariwisata di provinsimu.
4.    Identifikasilah beberapa peninggalan pada masa pemerintah Hindia Belanda disekitar tempat tinggalmu (provinsi).
5.    Carilah informasi bagaimana hubungan peninggalan tersebut dengan perlawanan rakyat terhadap pemerintah Hindia Belanda.
No.
Nama Peninggalan
Isi Peninggalan
Kondisi Peninggalan
Hubungan dengan peristiwa
1.
Goa Selarong di Yogyakarta
1.     Tempat ibadah
2.     Bekas tempat tinggal Pangeran Diponegoro dan pasukannya.
1.     Sangat terawatt
2.     Sering ada kunjungan masyarakat
Perang Diponegoro
2.




3.




6.    Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.

Setelah kamu mengerjakan aktivitas kelompok di atas, tentu kamu menemukan berbagai peninggalan pada masa perlawanan terhadap penjajah. Peninggalan tersebut menjadi bukti keberanian rakyat Indonesia.
Apakah kamu pernah mengunjungi berbagai peninggalan pada masa perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda di atas ? Bagaimana sikap kamu terhadap peninggalan tersebut ?
Perlawanan pada masa pemerintah Hindia Belanda, terjadi diberbagai wilayah Indonesia. Lokasi Indonesia pada masa lalu, sulit dijangkau, sehingga perlawanan tidak dapat dilakukan secara serentak. Faktor inilah salah satu penyebab Belanda, dapat melumpuhkan perlawanan bangsa Indonesia. Bagaimana perjuangan rakyat Indonesia diberbagai daerah, dapat kamu buktikan dengan mengerjakan aktivitas kelompok berikut.

Aktivitas Kelompok
1.    Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang.
2.    Carilah referensi buku atau sumber dari internet, tentang perlawanan rakyat Indonesia terhadap pemerintah Hindia Belanda.
3.    Pilihlah salah satu perlawanan, kemudian diskusikan dalam kelompokmu. Pastikan bahwa setiap kelompok, memilih tema yang berbeda.
4.    Pastikan bahwa perlawanan yang terjadi didekat tempat tinggalmu, dipilih oleh salah satu kelompok.
5.    Jelaskan bagaimana: latar belakang, proses, dan akhir perlawanan tersebut.
6.    Seandainya kamu hidup pada masa lalu, saran apa yang kamu berikan agar perlawanan tersebut berhasil.
Nama Perlawanan

Latar Belakang

Proses

Akhir Perlawanan

7.    Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.

Peta perlawanan rakyat Indonesia diberbagai daerah, dapat kamu amati pada gambar di bawah ini.
Bagaimana hasil pencarian yang kamu lakukan ? Pasti kamu menemukan banyak perlawanan rakyat diberbagai daerah. Beberapa contoh perlawanan rakyat Indonesia terhadap pemerintah Hindia Belanda, adalah sebagai berikut.
1)   Perang Saparua di Ambon
Merupakan perlawanan rakyat Ambon, dipimpin Thomas Matulesi (Pattimura). Dalam pemberontakan tersebut, seorang pahlawan wanita bernama Christina Martha Tiahahu melakukan perlawanan dengan berani. Perlawanan Pattimura dapat dikalahkan, setelah bantuan pasukan Belanda dari Jakarta, datang. Pattimura bersama tiga pengikutnya, ditangkap dan dihukum gantung.
2)   Perang Paderi di Sumatera Barat
Merupakan perlawanan yang sangat menyita tenaga, dan biaya sangat besar bagi rakyat Minang dan Belanda. Bersatunya kaum Paderi (ulama) dan kaum Adat melawan Belanda, menyebabkan Belanda kesulitan untuk memadamkannya.
Belanda menerapkan sistem pertahanan Benteng Stelsel. Benteng Fort de Kock di Bukit Tinggi dan Benteng Fort van der Cappelen, merupakan dua benteng pertahanannya. Benteng pertahanan Paderi di Bonjol, tahun 1837 jatuh ke tangan Belanda. Tuanku Imam Bonjol ditangkap, kemudian diasingkan ke Priangan, kemudian ke Ambon, dan terakhir di Menado hingga wafatnya tahun 1864.
3)   Perang Diponegoro 1825-1830
Perang Diponegoro merupakan salah satu perang besar yang dihadapi Belanda. Latar belakang perlawanan Pangeran Diponegoro diawali dari campur tangan Belanda dalam urusan politik Kerajaan Yogyakarta. Beberapa tindakan Belanda yang dianggap melecehkan harga diri dan nilai-nilai budaya masyarakat, menjadi penyebab lain kebencian rakyat kepada Belanda. Belanda akan membangun jalan baru, pada bulan Mei 1825. Mereka memasang patok-patok pada tanah leluhur Diponegoro. Terjadi perselisihan, saat pengikut Diponegoro, Patih Danureja IV, mencabuti patok-patok tersebut. Belanda mengutus serdadu untuk menangkap Pangeran Diponegoro. Perang tidak dapat dihindarkan, pada tanggal 20 Juli, Tegalrejo sebagai basis pengikut Diponegoro, direbut dan dibakar Belanda.
Pada bulan Maret 1830, Diponegoro bersedia mengadakan perundingan dengan Belanda di Magelang, Jawa Tengah. Perundingan tersebut hanya sebagai jalan tipu muslihat, karena ternyata Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Menado kemudian ke Makassar hingga wafat tahun 1855. Setelah berakhirnya Perang Jawa (Diponegoro), tidak lagi muncul perlawanan yang lebih berat di Jawa.

Renungkan
Perang Diponegoro adalah perlawanan besar. Sebanyak 8.000 serdadu Belanda dan 7.000 tentara sewaan Belanda, mati. Lebih dari 200.000 penduduk Jawa Tengah dan Yogyakarta meninggal, sehingga penduduk Yogyakarta hanya tinggal setengahnya. Betapa gigihnya bangsa kalian untuk menegakkan keadilan dan mempertahankan harga diri. Pengorbanan dan kegigihan yang perlu kamu teladani.

4)   Perang Aceh
Semangat jihad (perang membela agama Islam) merupakan spirit perlawanan rakyat Aceh. Jendral Kohler terbunuh, saat pertempuran di depan Masjid Baiturrahman Banda Aceh. Kohler meninggal dekat dengan pohon yang sekarang diberi nama: Pohon Kohler. Siasat konsentrasi stelsel dengan sistem bertahan dalam benteng besar oleh Belanda, tidak berhasil.
Belanda sama sekali tidak mampu menghadapi secara fisik, perlawanan rakyat aceh. Menyadari hal tersebut, Belanda mengutus Dr. Snouck Hurgroje yang memakai nama samaran Abdul Gafar, seorang ahli bahasa, sejarah, dan sosial Islam, untuk mencari kelemahan rakyat Aceh. Setelah lama belajar di Arab, Hurgroje memberikan saran-saran kepada Belanda mengenai cara mengalahkan orang Aceh. Menurutnya, Aceh tidak mungkin dilawan dengan kekerasan, sebab karakter orang Aceh yang tidak akan pernah menyerah. Jiwa jihad orang Aceh, sangat tinggi.
Taktik yang paling mujarab adalah dengan mengadu domba antara golongan Uleebalang (bangsawan) dengan ulama. Belanda menjanjikan kedudukan pada Uleebalang yang bersedia damai. Taktik ini berhasil, banyak Uleebalang yang tertarik pada tawaran Belanda. Sejak tahun 1898, kedudukan Aceh semakin terdesak. Belanda mengumumkan, perang Aceh selesai tahun 1904. Namun demikian, perlawanan sporadis rakyat Aceh masih berlangsung hingga tahun 1930-an.
5)   Perlawanan Sisingamangaraja di Sumatera Utara
Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Utara dilakukan Sisingamangaraja XII. Perlawanan di Sumatera Utara, berlangsung selama 24 tahun. pertempuran diawali dari Bahal Batu sebagai pusat pertahanan Belanda tahun 1877.
Untuk menghadapi Perang Batak (sebutan perang di Sumatera Utara), Belanda menarik pasukan dari Aceh. Pasukan Sisingamangaraja dapat dikalahkan, setelah Kapten Christoffel berhasil mengepung benteng terakhir Sisingamangaraja di Pakpak. Kedua putra beliau, Patuan Nagari dan Patuan Anggi, ikut gugur, sehingga seluruh Tapanuli dapat dikuasai Belanda.
6)   Perang Banjar
Perang Banjar berawal ketika Belanda campur tangan dalam urusan pergantian raja di Kerajaan Banjarmasin. Belanda memberi dukungan kepada Pangeran Tamjid Ullah yang tidak disukai rakyat.
Pemberontakan dilakukan oleh Prabu Anom dan Pangeran Hidayat. Pada tahun 1859, Pangeran Antasari memimpin perlawanan setelah Prabu Anom tertangkap Belanda. Dengan bantuan pasukan dari Belanda, pasukan Antasari dapat didesak. Tahun 1862, Pangeran Antasari menyerah dan berakhirlah perlawanan Banjar di Pulau Kalimantan. Perlawanan benar-benar dapat dipadamkan pada tahun 1866.
7)   Perang Jagaraga di Bali
Perang Jagaraga berawal ketika Belanda dan kerajaan di Bali, bersengketa tentang hak tawan karang. Hak tawan karang berisi: bahwa setiap kapal yang kandas diperairan Bali, merupakan hak penguasa di daerah tersebut. Pemerintah Belanda memprotes Raja Buleleng yang menyita dua kapal milik Belanda, dan menuntut untuk mengembalikannya. Belanda melakukan serangan terhadap kerajaan Buleleng, tahun 1846. Kerajaan Buleleng berhasil dikuasai, sementara Raja Buleleng menyingkir ke Jagaraga dibantu oleh Kerajaan Karangasem.
Setelah berhasil merebut Benteng Jagaraga, Belanda melanjutkan ekspedisi militer tahun 1849. Dua kerajaan Bali, Gianyar dan Klungkung menjadi sasaran Belanda. Tahun 1906, seluruh kerajaan di Bali, jatuh ke pihak Belanda setelah rakyat melakukan perang habis-habisan sampai mati, yang dikenal dengan Perang Puputan.

Renungkan
Perang Puputan merupakan salah satu wujud semangat rakyat Bali dalam melawan penjajah. Mereka merelakan jiwa dan raga demi kehormatan dan kemerdekaan bangsa. Selayaknya bangsa Indonesia, selalu meneladani semangat pengorbanan parapahlawan.

Untuk memahami peran paratokoh dalam perlawanan terhadap penjajah, kamu kerjakan aktivitas individu berikut ini.

Aktivitas Individu
1.    Kunjungilah perpustakaan sekolah, kemudian carilah buku tentang perlawanan atau perang yang terjadi di berbagai darah Indonesia.
2.    Bacalah buku tersebut dengan seksama. Cermati setiap tokoh yang berperan dalam peristiwa tersebut.
3.    Tuliskan laporan singkat dengan format di bawah ini.
4.    Pajanglah hasil pengamatanmu pada majalah dinding kelas.
Nama Perlawanan:  …………………….
No.
Nama Tokoh
Peran dalam peristiwa
Nilai Keteladanan

























Kamu telah melakukan kajian beberapa perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah. Parapahlawan telah menunjukkan kegigihan melawan Belanda. Namun, sampai akhir abad XIX, Belanda belum berhasil diusir dari Indonesia. Apakah kamu menemukan hubungan lokasi Indonesia dengan kesulitan mengusir penjajah ? Pada bagian sebelumnya, kamu telah mempelajari keunggulan lokasi Indonesia yang terdiri atas: iklim, geostrategis, dan kondisi tanah. Ketiga hal tersebut, berdampak langsung pada kegiatan ekonomi, transportasi, dan komunikasi. Kondisi Indonesia yang berpulau-pulau, menyulitkan transportasi dan komunikasi masyarakat pada masa lalu. Akibatnya, rakyat Indonesia melakukan perlawanan di daerahnya sendiri. Hal ini dimanfaatkan Belanda untuk melakukan strategi memecah belah bangsa Indonesia.
Belanda juga menggunakan strategi mengasingkan parapemimpin perlawanan. Sebagai contoh, Pangeran Diponegoro diasingkan di Sulawesi, Cut Nya Dien diasingkan di Jawa Barat, Tuanku Imam Bonjol juga diasingkan ke Ambon. Strategi tersebut merupakan upaya Belanda memutus komunikasi pemimpin dengan rakyat. Terbatasnya komunikasi dan transportasi pada masa lalu, menyebabkan terputusnya hubungan pemimpin dengan pengikut. Parapemimpin tentu kesulitan untuk memimpin perlawanan dengan surat-menyurat, bukan ?
Kondisi di atas tentu berbeda dengan masa sekarang. Kemajuan sarana transportasi dan komunikasi, menjadikan jarak dan tempat bukan menjadi masalah yang berarti. Kamu di Banjarmasin dapat melakukan diskusi dengan saudara-saudaramu di Jayapura dan Banda Aceh. Melalui jaringan telepon dan internet, kamu dapat melakukan komunikasi dengan cepat. Untuk bertemu langsungpun, kamu tidak perlu menghitung berbulan-bulan. Dalam satu hari, kamu yang tinggal di Jayapura dapat mencapai Banda Aceh menggunakan pesawat terbang. Karena itu, mari gunakan kemudahan transportasi dan komunikasi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Wawasan
Secara umum, kegagalan perjuangan rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam mengusir penjajah adalah:
1)   Bersifat lokal/kedaerahan
Perlawanan di berbagai daerah di Indonesia, melibatkan parapemimpin pada masyarakat setempat. Seandainya parapemimpin tersebut bersatu, tidak berjuang sendiri-sendiri, tentu perjuangan mengusir penjajah lebih mudah. Karena itu, kamu harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, agar tidak dapat dipecah belah.
2)   Lebih mengandalkan kekuatan senjata
Masyarakat di berbagai daerah melakukan perlawanan dengan mengandalkan senjata. Sementara, senjata lawan lebih modern, sehingga musuh mudah mengalahkan rakyat Indonesia.
3)   Tergantung pada pimpinan
Perjuangan rakyat di berbagai daerah, sangat tergantung pada pemimpin. Apabila pemimpin tertangkap atau terbunuh, rakyat kurang mampu mengkoordinasikan perlawanan. Musuh mengetahui kelemahan tersebut, sehingga mereka berusaha menangkap pemimpin, kemudian membunuh atau mengasingkan.
4)   Belum terorganisir secara nasional dan modern
Seandainya rakyat Indonesia pada masa tersebut memiliki organisasi modern, tentu tidak kesulitan melanjutkan kepemimpinan.

Latihan
Untuk melatih kemampuanmu dalam menguasai materi di atas, kerjakan latihan di bawah ini.
Tingkatan
Soal
Menjelaskan
Jelaskan latar belakang bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia.
Menerapkan
Buktikan dalam satu kasus perlawanan di Indonesia, bahwa salah satu strategi Belanda untuk mengalahkan perlawanan, adalah melalui tipu muslihat.
Menganalisis
Mengapa perlawanan rakyat kerajaan di berbagai daerah, gagal mengusir penjajah dari Indonesia.
Mengevaluasi
Bagaimana kelebihan perjuangan pergerakan nasional dibandingkan perjuangan rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
Mengkreasi
Kegiatan apa yang dapat kamu lakukan, untuk mengamalkan nilai-nilai pahlawan dalam berjuang mengusir penjajah dari Indonesia.

Renungkan
Keunggulan lokasi Indonesia telah memberikan keuntungan banyak bagi masyarakat Indonesia. Letak yang strategis, menyebabkan Indonesia menjadi negeri yang mudah berhubungan dengan berbagai bangsa. Kondisi iklim di Indonesia berdampak pada kesuburan tanah di Indonesia. Dibalik berbagai keuntungan tersebut, bangsa Indonesia harus selalu berhati-hati, karena banyak bangsa asing yang berusaha menguasai kekayaan Indonesia. Karena itu, kamu harus belajar giat agar mampu berpartisipasi dalam memanfaatkan dan menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia secara optimal.

Setelah kamu memahami materi tema 1, untuk meningkatkan penguasaanmu tentang tema 1, kerjakan tugas proyek berikut ini.

Proyek
1.    Tetapkan Tema Proyek yang akan dikerjakan. Misalnya: “Mengembangkan Wisata Alam di Kotaku”.
2.    Diskusikan bagaimana caranya, kalau kamu akan mengembangkan wisata alam di kotamu.
Misalnya:
a.       Apa saja keunggulan lokasi yang dimiliki jika akan mengembangkan wisata alam di kotamu (kondisi iklim, geostrategis, dan tanah).
b.      Kegiatan ekonomi dan atau wisata lain apa saja yang sudah ada dan yang akan muncul jika di kotamu dikembangkan objek wisata alam.
c.       Bagaimana kondisi transportasi dan komunikasi yang sudah ada dan yang harus diadakan.
d.      Siapa saja yang diharapkan dapat menjadi penyandang dana dan pengelolanya.
e.       Apa kesimpulan kamu untuk mengembangkan wisata alam di kotamu.
3.    Bagilah kelasmu menjadi 4-5 kelompok, masing-masing kelompok bertugas mencari informasi dari berbagai sumber yang ada, untuk menjawab kelima pertanyaan di atas. Jika tersedia, carilah sumber dari: buku, koran, majalah, atau sumber internet di sekolahmu, untuk mendapatkan informasi serta menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas.
4.    Laporkan hasil kegiatan proyekmu, dalam laporan yang berisi:
No.
Komponen
Uraian
1.
Halaman Judul
“Mengembangkan Wisata Alam di Kotaku”
2.
Daftar Isi Laporan Proyek
I.            Keunggulan Lokasi yang dimiliki.
II.          Kegiatan ekonomi dan atau wisata lain yang sudah ada dan yang akan muncul.
III.        Kondisi transportasi dan komunikasi yang sudah ada dan yang harus diadakan.
IV.        Penyandang dana dan pengelolanya.
V.          Kesimpulan.
3.
Isi Laporan Proyek
I.            Keunggulan Lokasi yang dimiliki.
II.          Kegiatan ekonomi dan atau wisata lain yang sudah ada dan yang akan muncul.
III.        Kondisi transportasi dan komunikasi yang sudah ada dan yang harus diadakan.
IV.        Penyandang dana dan pengelolanya.
V.          Kesimpulan.
5.    Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas

Rangkuman

2 komentar: